Wisata “Cangar” Batu

Awal bulan Juli tahun ini merupakan salah satu hari-hari indah buat akoe. Betapa tidak, di tapak pertama bulan itu akoe mempunyai kesempatan untuk menebar kejenuhan dari rutinitas sehari-hari. Kontan akoe manfaatkan kesempatan itu untuk mengajak gadisku bersepeda motor ria. Dalam angan-angan koe sudah tergambar dengan jelas tempat yang akoe inginkan. Tempat untuk kami bersenda gurau, tertawa-tawa, dan kalau mungkin nanti mencuri kesempatan untuk nge-sun dia. Dan tempat itu adalah wisata air hangat “Cangar” yang terletak di dataran tinggi wilayah Batu – Malang. Wah, benar-benar angan-angan yang sempurna….

Tapi angan-angan itu sedikit terpeleset ketika akoe dapati gadisku ternyata mengajak dua kakak perempuannya. Itupun masih plus keluarga masing-masing. Wuih… Bukan lagi bermesraan dengan gadisku yang ada di benak koe kini. Tapi meski momong calon keponakan-keponakan koe. Weleh-weleh ….

Tapi tak apalah. Yang penting akoe bisa pergi tuk sekedar membuang kejenuhan dan kebosanan. Itung-itung sekalian pedekate sama keluarganya gadisku.

Ahad pagi akoe membonceng gadiskoe berangkat ke tempat wisata yang kami tuju. Meski gadiskoe tak memeluk koe dengan mesra selam akoe bonceng, tapi kami bisa menikmati perjalanan itu.
Perjalanan menuju “Cangar” Batu – Malang itu melewati area perkampungan dan kebun-kebun. Perkampungan yang jauh dari keramaian kota. Udaranya sangat sejuk. Bahkan ada perkampungan yang terletak di dataran tinggi dengan latar belakang area atau lahan pertanian yang luas. Tak ubahnya villa di gunung. Sangat asri dan sejuk. Terasa lepas segala kejenuhan. Apalagi saat kami melewati area perkebunan rakyat. Kebun jeruk, kebun apel, kebun sayuran wortel, kebun sayuran tanaman bawang, dan sebagainya. Kebun-kebun yang terletak di sisi gunung itu tersusun bertingkat-tingkat, seolah-olah berlatar belakang perbukitan hijau dan gunung. Wah, benar-benar menciptakan keindahan, kesejukan, dan nuansa asri yang sangat-sangat kental. Akoe berpikir, sepertinya wisata di Jawa Barat “Puncak” kalah indah dengan di sini !

Akoe tersenyum. Mestinya di situasi seperti ini, gadisku akan memelukku dengan mesra, pikirku.

Lanjut membaca